Manajer regional Kementerian Konservasi Selandia Baru, Andrew Lamason, mengatakan bahwa kasus semacam ini memang biasa terjadi di negaranya. Namun, insiden pada Kamis (9/2) malam ini termasuk sangat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurutnya, sekarang para relawan sudah berhasil mengembalikan puluhan paus ke dalam laut. Mereka juga sudah menyusun pagar manusia agar paus-paus itu tak kembali ke pesisir.
"Kami sudah menempatkan orang di antara pantai dan tempat paus berada untuk meneriaki dan menghentikan mereka jika mulai berenang ke tepi. Kami harap, ini dapat membantu mereka tetap berada di laut," tuturnya.
Spesies paus pilot memang dikenal sulit berenang kembali ke kawanannya setelah dikembalikan ke laut. Otoritas Selandia Baru sudah biasa melakukan operasi semacam ini.
Operasi pada Jumat pagi ini merupakan penyelamatan terbesar ketiga sepanjang sejarah. Operasi terbesar dilakukan pada 1918, ketika 1.000 paus terdampar di Pulau Chatham.
Kasus terbesar kedua terjadi sekitar tujuh dekade setelahnya, yaitu pada 1985. Saat itu, setidaknya 450 paus terdampar di pesisir Auckland. (has)