Washington Post melaporkan, pertemuan ini terjadi sekitar satu bulan sebelum Trump dilantik sehingga "berpotensi dilakukan secara ilegal."
Dalam pembicaraan itu, kedua perwakilan negara itu diduga kuat membicarakan kemungkinan penangguhan sanksi tambahan yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama pada Desember lalu. Reuters belum dapat mengonfirmasi kebenaran laporan Washington Post ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Investigasi Federal (FBI) masih terus menyelidiki kontak antara Flynn dan Kislyak dan belum dapat memastikan ada tidaknya janji eksplisit untuk mencabut sanksi setelah pelantikan.
Namun tak lama sebelum dilantik, Trump pernah menawarkan pencabutan sejumlah sanksi dengan timbal balik Rusia mengurangi senjata nuklirnya. (has)