Demikian dilaporkan surat kabar Mainichi, sebagaimana dikutip Reuters, akhir pekan kemarin. Kim Jong-nam tewas dibunuh di bandara internasional Kuala Lumpur Senin lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa curiga. Mereka tampaknya tidak pernah mendapatkan pelatihan psikologis dan fisik di Korea Utara," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Dilaporkan, kedua perempuan itu, termasuk Siti Aisyah asal Serang, Banten, mengaku mau melakukan hal tersebut karena diberi tahu bahwa apa yang mereka lakukan hanya lelucon.
"Mereka tidak akan melarikan diri jika itu masalahnya," kata Kim Hyon-hui.
Dia juga menekankan tanggal pembunuhan yang sangat dekat tanggal 16 Februari dengan hari ulang tahun Kim Jong-il, ayah korban dan Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara saat ini.
Sebelumnya, sepupu Kim Jong-il, Lee Han-young, juga ditembak mati pada 15 Februari. Dia dieksekusi karena membelot ke Korea Selatan.