Trump Pilih Jenderal AD Jadi Penasihat Keamanan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 07:31 WIB
Presiden Trump memilih Letnan Jenderal McMaster sebagai penasihat keamanan negaranya yang baru, mengisi posisi yang ditinggalkan Michael Flynn. Presiden AS Donald Trump akhirnya menentukan pilihan soal penasihat keamanan negara. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih Letnan Jenderal McMaster sebagai penasihat keamanan negaranya yang baru, menggantikan posisi kosong yang ditinggalkan oleh Michael Flynn, Senin setempat (20/2).

McMaster, kepala Pusat Integrasi Kapabilitas Angkatan Darat, akan jadi salah satu pembisik teratas Trump di bidang keamanan negara dan kebijakan luar negeri, mengepalai Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Letnan Jenderal Purnawirawan Keith Kellog, yang sebelumnya bertugas mengisi jabatan itu sementara sejak Flynn mengundurkan diri, akan kembali mengisi posnya sebagai kepala staff Dewan Keamanan Nasional.


Trump mengumumkan keputusannya ini didampingi baik McMaster maupun Kellog di kediamannya di Florida. McMaster dan beberapa kandidat lainnya, sehari sebelumnya juga menjalani wawancara di lokasi tersebut.

"Dia adalah orang yang berbakat dan sangat berpengalaman," kata Trump soal McMaster, dikutip CNN. "Saya melihat dan membaca banyak selama dua hari ini. Dia sangat dihargai semua orang di militer dan kami merasa terhormat bisa mendapatkan jasanya."

McMaster menyebut penunjukkan ini sebagai sebuah keistimewaan dan dia berniat untuk melakukan "semua hal yang bisa saya lakukan dan melindungi kepentingan warga Amerika."

McMaster bukan pilihan pertama Trump untuk mengisi kursi ini. Sebelumnya, dia menawarkan jabatan tersebut kepada Robert Harward, yang menolaknya di tengah kekhawatiran soal cara bekerja Gedung Putih, kata seorang sumber CNN.

Pencarian ini dipicu oleh laporan yang mengungkap Flynn sempat mendiskusikan sanksi dengan duta besar Rusia sebelum Trump resmi menjabat sebagai presiden. Flynn juga disebut tidak melaporkan secara detail soal pembicaraan ini kepada Wakil Presiden Mike Pence.

Trump mengatakan dirinya meminta Flynn mengundurkan diri karena tidak melaporkan hal tersebut kepada Pence, bukan karena pembicaraan dengan pihak Rusia. (aal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK