"Muslim Amerika menyatakan solidaritas atas komunitas Yahudi-Amerika dan mengecam aksi penodaan ini," demikian bunyi pernyataan kelompok penggalang dana tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.
Kelompok itu menjabarkan, hingga Rabu (22/2), dana yang terhimpun sudah mencapai US$91.583. Uang itu akan diserahkan kepada pihak Chesed Shel Emeth Society untuk memperbaiki sekitar 170 nisan berusia sekitar 100 tahun yang dihancurkan vandal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, komunitas Yahudi mengatakan, aksi vandalisme ini merupakan bukti bahwa semangat kelompok-kelompok anti-Semit kian berkobar setelah Donald Trump menang dalam pemilihan umum November lalu.
Hal ini terbukti dengan meningkatnya sentimen anti-Semit sejak Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS pada 20 Januari lalu. Sejak awal Februari saja, setidaknya 11 pusat komunitas Yahudi di berbagai penjuru AS harus dievakuasi karena mendapat ancaman bom.
Trump sebenarnya sudah melontarkan pernyataan yang mengecam tindakan anti-Semit ini. Namun menurut sejumlah kelompok Yahudi, pernyataan ini terlambat.
Penggalangan dana ini sendiri diinisiasi oleh seorang aktivis politik liberal, Linda Sarsour, tokoh penggagas Women's March, unjuk rasa besar-besaran yang digelar sehari setelah pelantikan Trump.
Dalam proyek penggalangan dana ini, ia bekerja sama dengan Tarek El-Messidi yang merupakan pemimpin lembaga non-profit Celebrate Mercy. Lembaga ini mengajarkan publik mengenai Nabi Muhammad. (has)