Setidaknya, itulah yang kini jadi pembicaraan warga Paris. Dengan bergerilya, kelompok yang menamakan diri mereka Obama17, memulai kampanye Obama untuk maju dalam pemilu Perancis.
“Ini betul-betul gila, namun yang keren adalah setelah Anda melewati fase itu, Anda mulai berpikir bahwa ini mungkin. Siapa yang peduli dia bukan orang Perancis? Dia Barack Obama,” kata salah satu anggota Obama17 yang meminta diidentifikasi sebagai Antoine, kepada CNN, Jumat (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami ingin menunjukkan bahwa rakyat muak dengan politisi di sini. Rakyat lelah dan mereka menyukai lelucon ini. Ini seperti sedikit kesenangan di tengah semua skandal ini,” ujarnya.
Rakyat Perancis akan memberikan suara pada 23 April mendatang untuk memilih presiden baru menggantikan Francois Hollande. Pemilu akan memasuki putaran kedua pada 7 Mei jika tak ada kandidat yang berhasil memenangkan lebih dari 50 persen suara.
Antoine sendiri mengakui ia tidak menyukai Le Pen.
“Kami juga muak akan apa yang Marine Le Pen lakukan, dan fakta bahwa kami tidak memiliki kandidat yang harus kami pilih, hanya kandidat yang tidak kami sukai,” ujar Antoine. “Kami berbicara soal itu lalu kemudian, Obama menganggur, mengapa tidak mempekerjakannya?”
Meski hanya lelucon, kini orang-orang, menurutnya, mulai membicarakan isu Obama dengan serius.
Tidak jelas apakah Obama mengetahui kampanye ini.
“Saya kira jika Barack Obama menjawab ini, akan ada reaksi besar. Saya pikir dia mungkin suka hal-hal seperti ini,” katanya. “Rakyat Perancis akan menggila, terutama anak-anak muda. Namun ia (Obama) tidak akan mengiyakan proposal kami.”
Selain Le Pen, kandidat presiden Perancis lain adalah Francois Fillon dari kelompok konservatif di Partai Republik, dan Benoit Hamon dari Partai Sosialis, Emmanuel Macron dan Jean-Luc Melenchon. (stu)