"Dia menceritakan dibayar 400 RM atau 100 dollar AS untuk setiap kegiatan prank yang dilakukannya," ujar Wakil Duta Besar Republik Indonesia KBRI Kuala Lumpur, Andriano Erwin seperti diberitakan Antara, Sabtu (24/2).
Andreano tidak menjelaskan lebih rinci mengenai reality show sebagaimana yang menjadi pengakuan Siti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KBRI Kuala Lumpur telah mengecek identitas dia dengan alat mobile device atau alat khusus biometrik yang berasal dari Imigrasi di Indonesia.
"Hingga saat ini polisi Malaysia belum menentukan dakwaan (charge) kepada Siti dan kedutaan telah menyiapkan pengacara untuk membela Siti," katanya.
Menurut sumber terpercaya Antara, Siti Aisyah pertama kali mengenal warga Korea Utara bernama James atau Ri Ji U yang mengajaknya dalam program reality show.
Dia tidak mengenal warga Vietnam atau warga Korea Utara lainnya.
Pemerintah Indonesia pun punya dugaan Siti telah menjadi korban penipuan dan Kim Jong-nam adalah korban dari korban.
"Apa yang terjadi di Kuala Lumpur itu korban dari korban, Kim itu korban dari korban karena Aisyah semacam korban penipuan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. (gil)