"Saya hanya berpikir, kami harus mendukung presiden kami," ujar Vivian Phillips, seorang pensiunan guru yang rela berkendara selama tujuh jam dari West Virginia menuju Atlanta, di mana sekitar 200 pendukung Trump berkumpul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah orang mengibarkan bendera Amerika Serikat, sementara yang lain membawa segala pernak-pernik bertuliskan slogan Trump saat kampanye, "Make America Great Again."
"Saya di sini untuk menunjukkan kepada presiden bahwa ia tidak sendirian meskipun terkesan seperti itu selama ini," kata salah satu peserta, Karen Eitzel, kepada Reuters.
Sementara itu, di California, sekitar 60 orang berkumpul di depan sebuah mal sambil berteriak, "Bangun temboknya!" dan "Tuhan memberkati Amerika. Tuhan memberkati Trump!"
Dandanan yang lebih heboh terlihat di Louisiana, di mana hampir seratus orang memakai baju berwarna merah, biru, dan putih layaknya bendera Amerika. Di tengah mereka juga terlihat sejumlah peniru gaya Trump yang membawa spanduk "Dukung Presiden Kita!"
Di tengah pengunjuk rasa di Louisiana juga terlihat sejumlah peniru gaya Trump. (Reuters/Shannon Stapleton) |
Kelompok bernama Main Street Patriots juga menggagas satu gerakan bertajuk Spirit of America di setidaknya 33 dari 50 negara bagian di AS. Acara itu akan digelar pada Sabtu dan Minggu mendatang.
Ini merupakan kali pertama para pendukung Trump berani tampil. Sejak Trump menang dalam pemilu pada November lalu, mereka sangat jarang terlihat, tersapu gelombang protes anti-Trump. (has)
Di tengah pengunjuk rasa di Louisiana juga terlihat sejumlah peniru gaya Trump. (Reuters/Shannon Stapleton)