"Yang menentukan dan memutuskan ormas mana saja yang diterima oleh Raja Salman nanti itu Kementerian Luar Negeri RI. Kami hanya mengikuti instruksi yang ditentukan oleh Kemlu RI," kata Alshuibi di Kedubes Saudi di Jakarta, Selasa (28/2).
Ia menuturkan bahwa memang selain bertemu dengan Jokowi dan anggota DPR, Raja Salman juga akan bertemu dengan sejumlah ormas Islam meski tak merinci kelompok mana saja yang berkesempatan bertemu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, kunjungan Raja Salman sama sekali tidak berkaitan dengan situasi politik yang sedang terjadi di Indonesia.
Menurut Alshuibi, masalah politik merupakan urusan internal yang sepatutnya diselesaikan oleh pemerintah dan umat Islam Indonesia, sehingga tak ada kewenangan bagi pemerintah Saudi untuk ikut campur di dalammya.
Ia kembali meluruskan kedatangan raja ke Jakarta ini murni untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.
"Perlu diketahui bahwa kedatangan Raja Salman ini untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. Menyangkut masalah politik, itu urusan internal pemerintah Indonesia yang kami harapkan bisa diselesaikan secara baik-bakk bersama umat Islam di Indonesia." tuturnya.
"Kami tidak berhak mencampuri urusan internal negara asing. Namun jika pemeritah Indonesia meminta bantuan kepada Saudi untuk masalah yang disebutkan tadi ya kami tidak akan menolak," ujar Alshuibi menambahkan.
Raja Salman dijadwalkan tiba di Jakarta pada 1 Maret besok. Sebelum ke Jakarta, Raja Salman lebih dulu mengunjungi Malaysia dan bertemu Perdana Menteri Najib Razak.
Kedatangan Raja Salman ke Indonesia rencananya akan disambut langsung oleh Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma.
Selama sembilan hari Raja Salman dan sekitar 1.500 delegasinya yang terdiri dari 10 menteri dan 25 pangeran akan menghabiskan waktu di Jakarta dan Bali. (stu)