"Kami meningkatkan kerja sama anti terorisme, memotong jalur jalur logistik terorisme, dan juga menangani fighter yang kembali dari Irak dan Suriah," kata Wiranto usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Senin (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan ini, Wiranto dan Bishop pun membahas penguatan kerja sama antar-badan siber. Menurut Wiranto, Australia mempunyai pengalaman yang cukup panjang terkait penanganan kejahatan siber.
Pada akhir Februari lalu saja, Australia membuka Pusat Keamanan Siber baru yang bermarkas di Brisbane. Di sana, para pelaku industri, pemerintah, dan aparat penegak hukum akan bekerja sama untuk mengembangkan kajian kejahatan siber, termasuk memetakan semua tantangan.
Dengan bekerja sama dengan Australia, Wiranto berharap kedua negara dapat bersinergi untuk membangun kawasan yang damai.
"Saya kira kami bersama sama ingin membangun kawasan yang damai, kawasan yang menyelesaikan berbagai masalah dengan cara-cara yang elegan, yang bertumpu pada hukum internasional," katanya. (has)