"China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan keamanan kami. Semua konsekuensi ada di tangan AS dan Korsel," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak militer AS mengumumkan pengiriman ini sehari setelah Korea Utara kembali meluncurkan rudalnya balsitiknya. Dari empat peluru kendali yang dilontarkan, tiga di antaranya mencapai zona ekonomi eksklusif Jepang.
AS dan Korsel selama ini terus menekankan kepada publik soal kebutuhan percepatan pengerahan THAAD. Pasalnya, sikap Korea Utara yang terus menguji coba rudal dan senjata nuklir meski sudah berkali-kali dijatuhi sanksi oleh PBB.
Menurut mereka, THAAD didesain untuk menembak jatuh rudal yang mendekat ke kawasan populasi warga sipil, seperti menggunakan peluru untuk menembak peluru lain.
Di sisi lain, China sebagai sekutu Korut menganggap pengerahan THAAD ini justru akan menyulut amarah Korut dan memicu perang nuklir di semenanjung Korea. (has)