Pembebasan warga yang ditahan dilakukan sejak Jumat (10/3) itu menandakan kalau ISIS semakin kewalahan atas serangan dari militer Amerika Seirkat dan Irak, yang berlangsung sejak Oktober 2016 di Mosul, kota yang terakhir yang mereka kuasai di Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Irak mendesak ISIS mundur dari wilayah timur Mosul pada Januari. Pada Februari, mereka juga melakukan pengusiran di wilayah barat.
Media lokal pada Jumat memberitakan kalau saat ini ISIS masih berkumpul di tengah kota dan wilayah utara.
Salah satu warga yang dibebaskan mengatakan kalau anggota militan membebaskan tahanan yang dipenjara di bawah tanah pada Jumat pagi.
Mata mereka ditutup kain, dimasukkan ke dalam bus, lalu mereka diturunkan di tengah jalan.
“Mereka berkata ‘silakan, Anda bebas sekarang’ kepada kami,” kata sang narapidana, yang juga mengatakan ada sekitar 25 orang yang dibebaskan bersamanya.
Sang narapidana masuk penjara karena ketahuan menjual rokok. Ia ditahan selama dua minggu.
Warga Mosul lainnya juga dengan penuh haru menyambut sanak keluarganya yang dibebaskan ISIS.
Salah satu keluarga mengatakan kalau mereka sangat terkejut ketika anaknya muncul kembali di depan pintu rumah, setelah dipenjara karena ketahuan menggunakan telepon genggam.