Park akan segera meninggalkan kantornya setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengesahkan pemakzulannya akhir pekan lalu. Sebelumnya, mosi pemakzulan diambil parlemen terkait kasus korupsi yang menjerat sang Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Park diadili dan dieksekusi oleh rakyat, bukan oleh kekuatan politik atau oposisi.
"Warga Korea Selatan kini berada di dalam persimpangan revolusi. Pejuang anti-Park Korea Selatan menang, tapi ini hanya awal dari perjuangan untuk merealisasikan keadilan sejati dan kemajuan sosial."
Pyongyang juga menekankan pemakzulan ini pada editorial Rodong Sinmun, media pemerintah lainnya.
"Park Geun-hye adalah diktator bodoh dan kasar yang mengambil uang rakyat untuk kesenangan sendiri," bunyi tulisan itu.
"Betapa sedihnya hidup perempuan celaka itu."