Referendum itu bertujuan untuk meminta pendapat rakyat soal amandemen konstitusi yang bakal menambah kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, Erdogan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Belanda dan membawa persoalan ini ke Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa.
Dia juga menyebut pemerintahan Belanda sebagai "sisa-sisa Nazi." Kekerasan pun pecah di jalanan Negeri Kincir Angin.
Kini, pemerintah Turki juga menyatakan akan menunda hubungan diplomatik tingkat tinggi antara kedua negara.
Sejumlah pihak mengkhawatirkan amandemen konstitusi Turki akan membuat pemerintah akan bertindak otoriter. Selain Belanda, Jerman pun menolak unjuk rasa penggalangan suara serupa, beberapa waktu sebelumnya.