Para perompak membajak kapal Aris 13 berbendera Komoro ini pada Senin (12/3). Ini adalah kali pertamanya perompak Somalia kembali beraksi sejak 2012 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AL Uni Eropa menyatakan, begitu menerima peringatan pembajakan ini, pihaknya langsung mengirimkan pesawat patroli dari pangkalan Djibouti untuk mencoba menghubungi kapal tanker tersebut lewat telepon. Baru keesokan harinya, pihak pemilik kapal bisa dihubungi lewat telepon.
"Pemiliknya mengonfirmasi bahwa kelompok bersenjata menaiki kapal tersebut dan mereka meminta tebusan. Angkatan Laut Uni Eropa kini telah menyampaikan informasi terkait insiden ini kepada pemilik kapal," bunyi pernyataan itu.
Kapal seberat 1.800 ton itu dimiliki Armi Shipping asal Panama dan dikelola oleh Aurora Ship Management di Uni Emirat Arab, menurut situs Equasis yang milik Kementerian Transportasi perancis.
Dalam masa-masa aktifnya, 2011 lalu, perompak Somalia melancarkan 237 serangan di lepas pantai negara mereka, menyandera ratusan orang.
Pada saat itu, kelompok bantuan kemanusiaan Oceans Beyond Piracy memperkirakan pembajakan bisa menimbulkan kerugian sebesar $7 juta. Industri perkapalan menanggung 80 persen dari kerugian tersebut.
Walau demikian, jumlah serangan jatuh setelah pemilik kapal memperketat keamanan dan kapal-kapal menempuh rapuh yang lebih jauh dari pantai Somalia.