Berbicara di radio pemerintah Israel, Minggu (19/3), Liberman mengatakan, "sekali lagi Suriah menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk melawan pesawat kami, kami akan menghancurkan semuanya tanpa berpikir dua kali."
Ancaman ini dilontarkan setelah Suriah menembakkan peluru kendali anti-pesawat terhadap sejumlah jet tempur Israel, Kamis malam lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inti masalah kita, yang lebih penting daripada masalah-masalah lain, adalah penyaluran senjata canggih dari Suriah ke Libanon," kata Liberman, sebagaimana dikutip CNN.
"Setiap kami mengidentifikasi penyaluran seperti ini, kami akan berupaya untuk mencegah penyaluran senjata yang bisa menentukan peperangan. Untuk soal ini, tidak ada kompromi."
Lihat juga:Suriah Klaim Tembak Jatuh Pesawat Israel |
Peristiwa antara kedua negara yang terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari ini adalah yang paling serius sejak perang saudara pecah di Suriah, enam tahun lalu. Ketegangan sempat menurun seiring konflik bergulir, tapi ancaman belakangan meningkat dengan laporan-laporan serangan serupa yang dilakukan Israel.
Serangan udara di Palmyra jadi salah satu terobosan Israel paling jauh ke dalam wilayah Suriah, sejak pertempuran dimulai.