"Kami menemukan senapan. Kami yakin bahwa senjata ini bukan digunakan untuk menembak burung tapi untuk membunuh pemimpin negara," ungkap Kepala Kepolisian Thailand Jakthip Chaijinda kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Senin (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga turut menangkap sembilan orang lainnya yang diduga terlibat dalam kepemilikan senjata-senjata tersebut. Polisi mengaku memiliki bukti jelas bahwa para tersangka dan jaringannya hendak melakukan kerusuhan.
Meski Jakthip tak membeberkan bukti yang bisa menunjukkan adanya rencana pembunuhan terhadap Prayuth, dia menuturkan, Wuthipond dan kelompoknya selama ini menentang kehadiran pemerintahan junta militer.
Di media sosial, kelompok ini juga pernah memprediksi bahwa Prayuth akan mati dibunuh.
Selain itu, polisi menganggap kelompok itu akan melakukan penyergapan jika pemerintah berkeras melanjutkan razia pada kuil-kuil Buddha yang dipandang memiliki kedekatan dengan Thaksin sebagai bagian dari perburuan tersangka korupsi.
Razia yang terakhir dilakukan pada februari lalu di mana kepolisian memerintahkan ribuan umat Buddha keluar dari kuil terbesar Dhammakaya demi melacak keberadaan Phra Dhammachayo, mantan pemimpin biara yang merupakan buronan kasus pencucian uang.
Sementara itu, pemerintah menganggap, pasokan senjata ini menggambarkan upaya sekelompok orang untuk menciptakan ketidakstabilan politik di Thailand.