Pelanggaran Imigrasi, Dua Jurnalis Perancis Ditarik dari RI

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Senin, 20/03/2017 23:00 WIB
Pelanggaran Imigrasi, Dua Jurnalis Perancis Ditarik dari RI Ilustrasi. (Pixabay/jarmoluk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua jurnalis asal Perancis yang bekerja untuk program The Explorers, Franck Jean Pierre Escudie dan Basile Marie Longchamp, ditarik pulang dari Indonesia karena kedapatan meliput tanpa visa wartawan.

“Produser The Explorers memutuskan agar kedua jurnalis kembali ke Paris, dan menyampaikan permohonan maaf kepada Kementerian Pariwisata karena tidak memberitahukan mengenai penambahan crew, maupun status kedua wartawan yang masuk tanpa visa jurnalis,” demikian kutipan siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/3).

Kemlu RI menjelaskan, kedua jurnalis itu kembali Perancis pada Sabtu (18/3), setelah diperiksa oleh Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura karena tak dapat menunjukkan visa jurnalis kepada petugas Bandara Mozes Kilangin, Timika, saat hendak melakukan pengambilan gambar dari udara, 11 Maret lalu.

Dalam proses penyelidikan, kantor keimigrasian memperoleh informasi bahwa kedua jurnalis ini merupakan bagian dari tim yang dikirim ke Indonesia pada Februari lalu. 

“Total crew 22 orang (semula 17 ditambah 5 orang), visa kunjungan jurnalis untuk 20 orang sudah keluar, sementara 2 orang meski belum mendapat visa, tetap berangkat on schedule dengan Visa on Arrival (VOA) yang melanggar ketentuan imigrasi,” tulis Kemlu RI. 

Sesuai ketentuan, VOA tidak bisa diubah ke jenis lain setelah tiba di Indonesia sehingga kedua jurnalis harus mengambil visa tersebut di perwakilan Perancis terlebih dulu.

“Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, memberikan kesempatan kepada kedua crew film tersebut untuk mengambil visa jurnalistik yang sebelumnya secara prinsip telah disetujui. Kedua jurnalis dapat memperoleh visa tersebut dari Perwakilan di Paris atau Singapura,” tulis Kemlu RI.

Namun, produser The Explorers memutuskan untuk memulangkan kedua krunya tersebut, sementara jurnalis lainnya tetap menjalankan misi peliputan sebagaimana yang sudah direncanakan sebelumnya.

Merujuk pada informasi yang berhasil dihimpun Kemlu RI, Kementerian Pariwisata, dan Direktorat Jenderal Imigrasi, tim The Explorers akan membuat film mengenai Indonesia yang akan ditayangkan di tiga stasiun televisi, yaitu TF1, TMC, dan Ushuaia TV. Mereka juga bekerja sama dengan Netflix dan National Geographic untuk menayangkan film ini pada November-Desember 2017.

Menurut rencana, The Explorers akan membuat total 8 episode berdurasi 52 menit per film yang mencakup hasil liputan dari Sabang sampai Merauke. Proses pengambilan gambar terbagi dalam 2 tahap, dimulai Februari 2017 dengan daerah shooting Indonesia Timur, yaitu di Raja Ampat, Papua Barat, dan Maluku.

Kemenpar akan membantu penyediaan tiket domestik. Sebagai kontraprestasi, The Explorers akan memberikan kepada Kemenpar paket buku serta DVD spesial tentang proyek film dengan logo Wonderful Indonesia, yang juga akan dijual ke publik.

Selain itu, Kemenpar juga meminta penempatan logo Wonderful Indonesia dalam film yang ditayangkan di televisi. Film dan video yang sudah diedit juga akan diberikan kepada pihak Wonderful Indonesia sebagai bahan promosi.

Tak hanya itu, video mengenai Raja Ampat juga dapat digunakan Garuda. Kemenpar juga meminta 5000 eksemplar brosur gratis mengenai Indonesia di majalah Paris Match, yang dapat digunakan sebagai bahan promosi untuk Kantor Perwakilan Kemenpar di Perancis (VITO).