Penumpang yang terbang langsung ke Inggris dari Mesir, Yordania, Libanon, Arab Saudi, Tunisia dan Turki dipaksa menyimpan barang-barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam di bagasi kargo, kata seorang juru bicara pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemerintah Inggris hanya melarang enam negara yang dua di antaranya--Libanon dan Tunisia--tidak termasuk dalam larangan AS. Kuwait, Maroko, Qatar dan Uni Emirat Arab termasuk dalam daftar Amerika, tapi tidak pada kebijakan Inggris.
"Kami telah berkoordinasi dengan Amerika untuk memahami posisi mereka sepenuhnya," kata juru bicara tersebut.
Perdana Menteri Theresa May beberapa pekan ke belakang memimpin sejumlah pertemuan soal keamanan penerbangan, termasuk yang dilaksanakan pada Selasa pagi, di mana kebijakan itu disepakati.
"Keputusan untuk mengubah rezim keamanan penerbangan kami tidak pernah diambil tanpa pertimbangan matang," ujarnya.
"Kami tidak akan ragu untuk bertindak untuk menjaga keamanan publik dan kami akan bekerja sama erat dengan rekanan internasional kami untuk meminimalisir gangguan yang mungkin diakibatkan oleh langkah terbaru ini."
Perubahan tersebut berdampak pada enam maskapai Inggris, termasuk British Airways dan EasyJet, serta enam maskapai asing termasuk Turkish Airlines.