"Saya orang yang sangat naluriah dan naluri saya ternyata benar. Selain itu, saya pikir saya tidak mungkin bekerja terlalu buruk karena saya seorang presiden dan Anda bukan," tutur Trump kepada Time Magazine saat diwawancarai, seperti dikutip The Independent pada Jumat (24/3).
Mewawancarai Trump secara eksklusif menjadi momen langka. Sebab, sejak ia dilantik menjadi presiden ke-45, Trump memiliki sentimen buruk terhadap media arus utama yang dianggap kerap memberitakan kejelekannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekacauan-kekacauan itu, lanjutnya, termasuk krisis nuklir Korea Utara, konflik di Timur Tengah, ketidakakuratan statistik ketenagakerjaan dan perdagangan.
"Saya diwariskan kekacauan terkait lapangan pekerjaan. Statistik mengenai ketenagakerjaan saya, seperti yang Anda ketahui, lebih baik. Tapi ini bukan statistik yang sebenarnya karena masih ada jutaan orang yang tidak memiliki pekerjaan di Amerika," tuturnya.
Sementara itu, Trump berkeras membela klaim penyadapan yang dilakukan pendahulunya, Barack Obama, kepada dirinya saat kampanye pemilu lalu. Padahal, klaim itu hingga saat ini belum bisa dibuktikan, bahkan oleh FBI sekalipun.
"Saya tahu Anda akan menulis artikel jelek karena kalian memang selalu seperti itu ... [tapi] penyadapan memang benar digunakan pada sejumlah asisten di Gedung Trump. OK ... ini tertera di halaman depan pada 20 januari lalu. Pada edisi kedua kali ini, mereka membingkisnya ke internet," kata Trump mengacu pada artikel yang dipublikasikan New York Times beberapa waktu lalu.
Komentar tersebut dilontarkan Trump ketika ditanyai soal responsnya menanggapi kesaksian Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey mengenai tudingan tersebut.
Lebih lanjut, Trump tidak menjelaskan maupun mengklarifikasi apapun seputar klaim itu. Dia justru berputar-putar menyalahkan "para pembocor rahasia" yang mungkin terdapat dalam pemerintahannya sendiri.
Ketika ditanya apakah dirinya khawatir jika klaim yang ia buat selama ini tentang penyadapan, statistik, dan isu-isu lainnya dapat memperburuk kredibilitasnya, Trump malah mengatakan, "Jujurlah, sebutkan klaim apa yang salah!"