Diberitakan Reuters, pengadilan juga mendenda Navalny senilai 20 ribu rubel atau setara Rp4,6 juta atas perannya dalam menyelenggarakan dan menghimpun massa untuk ikut serta dalam unjuk rasa, yang dianggap ilegal oleh pemerintah.
Demonstrasi yang diikuti oleh ribuan warga itu pada dasarnya menyuarkan protes atas korupsi yang dilakukan oleh Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev. Mereka pun menuntut Medvedev mundur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisruh ini menjadi perhatian dunia. Sejumlah pihak asing, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, menyerukan agar Rusia segera membebaskan ratusan demonstran tersebut. Namun, Rusia bergeming.
Navalny akhirnya ditangkap. Saat dimasukkan ke dalam mobil tahanan, para pendukungnya berkerumun dan berteriak, "Kami yakin! Alexei, kami mendukungmu!"