Dilansir Reuters, Selasa (28/3), perusahaan yang berbasis di Pittsburgh tersebut lumpuh karena kelebihan biaya pada dua proyek pembangkit listrik Amerika Serikat (AS) di Georgia dan Carolina Selatan. Westinghouse mengaku telah mengajukan pailit dan perlindungan di bawah Bab 11 dari Kode Kepailitan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber Reuters menyebutkan, pengajuan pailit memungkinkan Westinghouse melakukan renegosiasi atau memutus kontrak konstruksi dengan utilitas AS. Utilitas AS dikabarkan mengoperasikan dua pembangkit listrik bertenaga nuklir Westinghouse yang hingga saat ini belum selesai dikerjakan dan berpotensi membayar pinalti.
Southern Co, pemegang saham terbesar dalam proyek tenaga nuklir Vogtle di Georgia menyatakan siap dan bertanggungjawab atas keputusan Westinghouse. Sementara, Scana Corp yang merupakan pemegang saham mayoritas V.C Summer di Carolina Selatan, enggang mengomentari potensi bangkrut Westinghouse.
Moody's sebelumnya menyebut prospek pailit pada induk usaha Westinghouse. Lembaga pemeringkat internasional tersebut juga memperingati perusahaan menyeret turun kemudahan berusaha dengan outlook negatif.