Badai kategori empat menghantam pesisir Queensland antara Bowen dan Pantai Airlie, Selasa sore (28/3), menghembuskan angin kencang yang menghancurkan rumah-rumah dan sebagian titik wisata di kawasan tersebut.
Kini badai tersebut sudah mulai mereda, tapi Biro Meteorologi masih memperingatkan bahaya angin kencang dengan hujan "intens," memicu kekhawatiran munculnya bencana banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan-jalan ke kota di Bowen, Airlie Beach dan Proserpine tidak bisa diakses, dengan lebih dari 60 ribu rumah terputus dari daya listrik dan sambungan komunikasi.
Polisi mengatakan akan menggunakan kapal untuk mencapai pesisir yang paling parah dihantam badai.
Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk mengtakan masih terlalu dini untuk menghitung dampak kerusakan yang ada. Dia khawatir masih banyak orang yang terluka tapi tidak bisa menghubungi layanan darurat.
Lihat juga:Topan Dahsyat Memupus Natal di Filipina |
Sisi baiknya, Palaszczuk menceritakan, ada seorang bayi yang lahir di pusat ambulans di kepulauan Whitsunday, sementara badai berkecamuk di luar.
Topan Debbie mengakibatkan kerusakan cukup serius. (AAP/Dan Peled/via REUTERS) |
Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa akibat topan Debbie. Seorang korban yang sudah diketahui adalah pria yang terluka parah karena tertimpa tembok.
Bagai Zona Perang
Kepulauan di Greet Barrier Reef yang populer di kalangan wisatawan asing menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak.
Daydream Island Resort menyatakan mengalami kerusakan signifikan, termasuk pada dermaga dan bagian sayap akomodasinya.
"Kondisi sangat ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang mengakibatkan kerusakan pada resort dan sekitarnya," bunyi pernyataan pers mereka. Selain itu, dinyatakan pula semua tamu yang menginap sudah aman tapi kekurangan air bersih.
Seiring matahari terbit, pemandangan kehancuran mulai terlihat.
Wali Kota Whitsunday Andrew Willcox mendeskripsikan pemandangan di Bowen layaknya "zona perang."
"Kota cantik di tepi pantai ini kini sudah separuhnya hancur, tapi kami akan bangun kembali," kata dia kepada Channel Nine.
Topan Debbie mengakibatkan kerusakan cukup serius. (AAP/Dan Peled/via REUTERS)