Flynn, yang mengundurkan diri setelah dilaporkan sejumlah media melakukan pertemuan ilegal dengan Duta Besar Rusia untuk AS, meminta "jaminan kekebalan atas tuntutan hukum" sebagai imbalan atas kesaksiannya. Dia mengaku memiliki "cerita tersendiri" mengenai hubungan tim kampye Trump dengan Kremlin yang hendak diungkapkan.
"Jenderal Flynn memiliki kisah untuk diceritakan. Dan dia sangat ingin menceritakannya, ketika keadaan memungkinkan," tutur pengacara Flynn, Robert Kelner, melalui sebuah pernyataan pada Jumat (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan The Guardian, Jack Langer, juru bicara ketua komite intelijen Dewan Perwakilan AS Devin Nunes, membantah klaim Kelner tersebut.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Kehakiman menolak berkomentar mengenai keinginan Flynn ini.
Flynn mundur dari kabinet Trump pada Januari lalu setelah kedapatan berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai pertemuan dan percakapannya dengan Duta besar Rusia Sergei Kislyak.
Padahal, sejumlah laporan mengungkap bahwa dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu bulan sebelum Trump dilantik, keduanya diduga kuat membicarakan kemungkinan penangguhan sanksi baru Washington kepada Kremlin itu.
Selain itu, Flynn juga dilaporkan mendapat bayaran sebesar US$68 ribu dari sejumlah perusahaan Rusia pada 2015 lalu.