Seperti dilansir dari CNN, pihak milter Kolombia menyatakan, setidaknya 254 orang meninggal dan sekitar 400 lainnya terluka, setelah hujan lebat pada Jumat (31/3) malam menyebabkan tiga sungai di sekitar Mocoa, provinsi Putumayo meluap, mengirim aliran lumpur ke kota.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyatakan keadaan darurat dan mengatakan ratusan orang masih hilang. Ia juga menambahkan saat ini belum mungkin untuk memprediksi jumlah kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu di mana mereka berada. Banyak orang datang kepada kami mengatakan, 'Anak saya hilang, ayah saya hilang, ibu saya hilang.' Kami sedang bekerja untuk mendata jumlah total orang yang hilang."
Ia mengatakan bahwa kota itu telah mengalami hujan dalam satu malam dengan tingkat sekitar sepertiga dari curah hujan yang seharusnya terjadi dalam satu bulan. Karena itu, ia menyalahkan bencana perubahan iklim.
Sementara, hasil pantauan udara menunjukkan beberapa atap menyembul di antara banjir berlumpur yang meratakan rumah lainnya, jembatan dan jalan raya.
Gabriel Umana, juru bicara Palang Merah Kolombia, mengatakan kepada CNN bahwa 300 keluarga telah mengungsi dan lebih dari dua lusin rumah telah rata dengan tanah.
Banyak yang tertidur lelap ketika lumpur menerjang lingkungan mereka, dan saksi mengatakan lumpur mengalir begitu cepat sehingga mereka harus berlari untuk mempertahankan hidup mereka.