Surat kabar Norte menerbitkan artikel perpisahan berjudul "Adios!" di laman utama koran dan situs web mereka awal pekan ini. Menurut Oscar Cantu Murguia, editor di media tersebut, artikel itu sengaja dibuat untuk menginformasikan pembaca mengenai keputusan penutupan kantornya.
"Hari ini, saya ingin memberitahukan para pembaca mengenai keputusan untuk menutup kantor surat kabar ini, menyusul fakta bahwa tidak ada jaminan keamanan bagi dunia jurnalistik di sini," kata Murguia dalam tulisan tersebut, Senin (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam artikel itu, Diberitakan The Guardian, Senin (3/4), Murguia mengutip kasus pembunuhan koleganya, Miroslava Breach, wartawan Norte sekaligus koran nasional La Jornada pada 23 Maret lalu.
Breach tewas ditembus delapan peluru saat tengah mengemudikan mobilnya di Kota Chihuahua.
Pelaku penembakan meninggalkan sebuah pesan dalam kendaran itu berbunyi, "karena bicara terlalu lantang."
Pembunuhan Breach terjadi saat wanita berusia 54 tahun itu menginvestigasi sebuah komplotan narkotik di kota tersebut.
Setidaknya empat jurnalis ditembak di Meksiko sepanjang Maret 2017, termasuk Breach.
Yang terbaru, melansir AFP, seorang editor koran La Opinion, Armando Arrieta masih berada dalam kondisi kritis setelah ditembak beberapa kali oleh dua pria tak dikenal di Poza Rica, Veracruz, salah satu wilayah dengan tindak kriminal tertinggi di Meksiko pada Rabu (29/3).
Meksiko menempati urutan ketiga dengan jumlah wartawan yang tewas terbunuh setelah Suriah dan Afghanistan, berdasarkan data kelompok pemerhati hak wartawan, Reporters Without Borders.
Setidaknya, 99 wartawan tewas di Meksiko antara 2000 dan 2016. Di Kota Juarez sendiri, terdapat sekitar lima surat kabar lokal yang masih berdiri yakni El Diario, El Norte, El Mexicano, El PM, dan Hoy.