"Pihak Rusia menangguhkan memorandum pencegahan insiden untuk memastikan keselamatan penerbangan selama operasi di Suriah yang disepakati dengan Amerika Serikat," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, sebagaimana dilansir AFP.
Penangguhan ini diumumkan tak lama setelah juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa serangan rudal Amerika Serikat ke pangkalan udara di Suriah pada Jumat (7/4) dapat merusak hubungan kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nota kesepahaman ini sendiri diteken pada Oktober 2015, setelah Rusia memulai serangan udara menggempur ISIS di Suriah demi membela pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Sebelumnya, Pentagon mengatakan bahwa koalisi AS sempat harus melakukan manuver memutar untuk menghindari berpapasan langsung dengan pesawat Rusia.
Juru bicara Pentagon saat itu, Peter Cook, mengatakan bahwa rincian nota kesepahaman tersebut tidak akan dirilis secara lengkap atas permintaan Rusia. Namun, nota tersebut mencakup protokol spesifik bagi awak pesawat.
Selain itu, terdapat pula kesepakatan mengenai hubungan komunikasi di lapangan agar tak terjadi kesalahpahaman di udara antara kedua koalisi.
Cook kemudian menekankan bahwa AS dan Rusia memang satu visi dalam penggempuran ISIS. Namun, AS tak sependapat dengan dukungan Rusia terhadap pemerintahan Assad. Menurut AS, Assad adalah dalang dari segala masalah di Suriah.