Pemerintah AS menjatuhkan bom tersebut GBU043/B MOAB pada Kamis waktu setempat (13/4). Senjata yang disebut 'induk segala bom' itu adalah bom terbesar non-nuklir yang dimiliki Paman Sam.
"Semua mengetahui betul apa yang terjadi. Jadi yang saya lakukan adalah memberi wewenang kepada militer," kata Trump ketika ditanya apakah dirinya memerintahkan serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung Putih diberi tahu rencana pengeboman sebelum pesawat MC-130 menjatuhkan bahan peledak seberat nyaris 10 ribu kilogram itu.
Trump, adalah "perbedaan yang besar" dalam cara memerangi kelompok teror ISIS.
Meski enggan mengakui dirinya memerintahkan penggunaan bom itu, Trump dengan senang hati dikaitkan dengan pertunjukan kekuasaan yang tegas itu.
Para sumber Mereka mengatakan sasaran yang diincar adalah terowongan dan anggota kelompok teror ISIS di distrik Achin, Nangarhar.
Pihak militer sedang meneliti sebesar apa dampak yang diakibatkan bom raksasa itu. Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan, adalah orang yang menandatangani penggunaan senjata itu, kata para sumber.
Lihat juga:Biaya Perjalanan Trump Menggelembung |