Melalui media propagandanya, Amaq, kelompok teror itu menyatakan tidak ada satu pun korban yang jatuh akibat senjata terbesar non-nuklir milik Paman Sam.
"Sumber keamanan yang dekat dengan Amaq menampik adanya korban tewas maupun terluka dari serangan bom GBU-43/B milik Amerika di Nangarhar, kemarin," bunyi pernyataan Amaq di media sosial, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (14/4).
Lihat juga:Apa Itu 'Induk dari Semua Bom?' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Kepresidenan Afghanistan mengatakan bahwa langkah-langkah untuk mencegah korban sipil sudah diambil sebelumnya.
Presiden AS Donald Trump menyebut misi itu “sangat, sangat sukses.”