"Dalam dua pekan belakangan, dunia menyaksikan kekuatan dan solusi dari presiden baru kami dalam tindakan di Suriah dan Afghanistan. Korea Utara sebaiknya tidak menantang dia [Presiden Donald Trump] atau kekuatan pasukan bersenjata AS di kawasan ini," ujar Pence.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Pence saat berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan situasi kawasan yang memanas pasca serangkaian uji coba rudal Korut. Dunia pun khawatir Korut akan melakukan uji coba nuklir lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Korut] menjawab kesabaran kami dengan penipuan yang disengaja, mengingkari janji, dan melakukan uji coba rudal dan nuklir," tutur Pence, sebagaimana dikutip Reuters.
Ia pun mengajak masyarakat internasional untuk berdiri bersama, mendesak Korut untuk menghentikan program rudal balistik dan senjata nuklirnya.
Langkah Korsel yang dirujuk oleh Pence adalah keputusan untuk mengerahkan sistem pertahanan rudal (THAAD) milik AS di wilayahnya.
Sistem itu memang dikerahkan untuk melindungi Korsel dari ancaman nuklir Korut, tapi China mengkhawatirkan radar THAAD yang diduga bisa mencapai ke wilayahnya.