Berselang tiga bulan sejak Presiden Donald Trump resmi menjabat di Gedung Putih, sejumlah pejabat kabinet mulai melakukan lawatan kenegaraan sebagai bentuk komitmen kehadiran AS di sejumlah kawasan.
Dalam tur perdana Pence ke Asia yang berlangsung selama 10 hari ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara ASEAN sekaligus negara mayoritas Muslim pertama yang ia kunjungi. Tiga negara lain yang turut disambangi Pence adalah Korea Selatan, Jepang, dan Australia--sekutu terdekat Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wapres Pence sadar betul bahwa AS perlu berbuat lebih banyak lagi seiring dengan hengkangnya Washington dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) agar bisa mempertahankan kekuatan ekonomi AS," katanya menambahkan.
Menurut Sumpter, retorika perdagangan bilateral AS merupakan agenda utama dalam kunjungan pence ke sejumlah negara di Asia ini. Lawatan ini dianggap sebagai "pesan" Trump bahwa Negeri Paman Sam masih berkomitmen mendorong perdagangannya di Asia meski telah menjauh dari TPP.
Di Jepang, sehari sebelum bertolak ke Jakarta, Pence bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Taro Aso, membahas kemungkinan terjalinnya pakta perdagangan dua arah antara Washington-Tokyo.
Baik Pence dan Aso juga sama-sama sepakat untuk menghapuskan praktik perdagangan yang tidak adil. Meski begitu, lawatan Pence ke Negeri Matahari terbit itu tetap tak menghasilkan kesepakatan perdagangan bilateral yang konkret.
"Washington sangat ingin melanjutkan negosiasi perdagangan bilateral, tak hanya dengan Jepang, tapi juga dengan mitra dagang lainnya di kawasan," tutur Sumpter.
"Kunjungan ini juga sebagai kesempatan AS memperluas investasi perusahaan mereka di kawasan."
Walaupun begitu, Sumpter tak menampik jika pertemuan bilateral Pence dengan JK ini juga akan membahas sejumlah isu di luar masalah ekonomi, seperti isu keamanan dan isu terorisme.
Namun, yang terpenting menurut Sumpter, kunjungan Pence ini menandakan penegasan AS terkait kemitraan strategis dengan Indonesia.
"Indonesia lagi-lagi pasar yang sangat penting. Pasar Indonesia mencapai 40 persen dari negara ASEAN," tambahnya.