Ia mengatakan, Indonesia sudah dikenal sebagai negara dengan umat Muslim terbesar di dunia. Namun, kehidupan umat mayoritas dan beragam agama lainnya masih berjalan dengan baik.
"Tradisi Islam Indonesia menginspirasi dunia, Di negara Anda dan saya ada beragam agama yang memberikan harapan masa depan lebih cerah," ujar Pence di Istana Merdeka, Kamis (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, ia menyadari ada insiden yang dapat merusak keberagaman Indonesia seperti aksi teror Sarinah awal 2016. Teror serupa juga terjadi di Amerika Serikat.
Demi memerangi terorisme, kedua negara sepakat menguatkan kerja sama keamanan dan pertahanan melalui rule-based system. Hal itu diyakini menjadi fondasi perdamaian di Indonesia, Amerika, ASEAN, dan dunia.
Para kepala negara hingga pimpinan parlemen negara sahabat berdialog dengan Presiden Joko Widodo, meminta masukan dan menguatkan kerja sama demi menciptakan kedamaian di negara masing-masing.
Sebagai perwakilan Trump, Pence menyatakan Amerika Serikat bangga bisa bekerja sama dan berhubungan baik dengan Indonesia.
Di depan tangga Istana Merdeka, Ibu Negara Iriana Jokowi sempat memanggil seorang anak dan seperti mengenalkan pakaian adat Indonesia kepada Pence.
Salam Trump Bagi Jokowi
Jokowi dan Pence lanjut berbincang di Beranda Istana Merdeka. Beranda menjadi tempat Jokowi berdialog dengan tamu-tamu yang memiliki kedekatan khusus dengannya.
Sementara itu, Iriana dan Karen Pence melakukan spouse program di beranda Istana Negara. Beragam produk tradisional dan khas Indonesia dipamerkan di sana.
Meski Trump belum menunjukkan tanda-tanda akan melawat ke Indonesia, Pence menyatakan Sang Presiden pun menitipkan salamnya untuk Jokowi.
Kedatangan Pence pun disambut baik Jokowi. Ia menyatakan, ini kali pertama ia bertemu perwakilan pemerintahan Trump. Namun, hal ini bukan kali pertama dirinya berkomunikasi dengan pemerintahan baru Amerika Serikat.
"Komunikasi telepon saya lakukan dengan Presiden Donald Trump sejak Januari lalu. Saya juga menitipkan salam kepada Presiden Donald Trump melalui Wakil Presiden Pence," kata Jokowi.