"Beberapa ton senjata kimia masih dimiliki pasukan Assad," tutur seorang perwira militer Israel kepada wartawan, Kamis (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesimpulan OPCW ini seakan mendukung tudingan Israel serta sejumlah negara Barat terhadap Assad, sekaligus hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejumlah laboratorium di Inggris dan Turki.
Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault bahkan menegaskan, intelijen negaranya sanggup memaparkan bukti penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad ini hanya dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, merasa "100 persen" yakin bahwa serangan pada 4 April itu diperintahkan dan direncanakan langsung oleh Assad.
Diberitakan Reuters, Israel telah lama memantau perang sipil di Suriah, tetangganya di utara Israel tak terlalu vokal melibatkan diri dalam konflik sipil yang telah berjalan enam tahun itu.
Tel Aviv dilaporkan pernah sesekali meluncurkan serangan udara ke wilayah Suriah, menyusul munculnya sejumlah aktivitas yang mereka anggap sebagai pergerakan senjata ke tangan militan Libanon Hizbullah yang didukung Iran.