"Saya mendengar suara tembakan dan mencari tahu apa yang terjadi. Saya melihat dua tubuh terkulai di jalan dan orang-orang berteriak, semua berlarian. Saya takut. Saya bahkan tak sempat membayar belanjaan saya," ujar seorang konsultan komunikasi, Mehdi, kepada AFP.
Ketika Mehdi berlari, semua orang sudah berhamburan di jalan. Mereka berupaya mencari tempat berlindung terdekat, bisa jadi bioskop, toko, atau restoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelayan menyuruh kami ke belakang restoran, tapi tak ada jalan keluar jadi kami bersembunyi di halaman belakang," tutur saksi mata anonim itu.
Dari kejauhan, ia melihat samar-samar sorot lampu kendaraan unit darurat menembus kaca restoran. Petugas ternyata sudah berhasil menembak mati sang pelaku yang menewaskan satu polisi.
Tak lama setelah penembakan, kepolisian langsung menutup lokasi kejadian yang sebelumnya dipadati warga dan turis, terutama di dekat monumen Arc de Triomphe.
Karena pengamanan ketat tersebut, seorang turis asal Australia, Isabel, tak dapat mencapai hotel tempatnya menginap dan terperangkap di tengah kepanikan.
"Saya hanya ingin pulang," katanya.