Ketegangan antara Washington dan Pyongyang memuncang beberapa minggu belakangan ini, dengan pengerahan kapal induk dan kapal selam nuklir Amerika Serikat dan uji coba rudal Korea Utara yang berlanjut di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Korea Utara menyatakan pemimpinnya, Kim Jong-un, memimpin langsung latihan tembak peluru hidup "paling besar sepanjang masa" yang dilakukan dalam rangka peringatan hari jadi ke-85 militernya, dengan lebih dari 300 senjata artileri berkaliber besar mendemonstrasikan kekuatan di tepi timur negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan beberapa elemen dari sistem itu dipindahkan ke situs yang semula digunakan sebagai lapangan golf di Seongju, di bagian selatan daerah tersebut.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat berupaya untuk memastikan kemampuan operasional sistem THAAD sebagai respons kelanjutan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara," kata Kementerian dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters.
Rekaman yang disiarkan di televisi menunjukkan truk-truk militer membawa unit besar termasuk benda yang tampak seperti tabung peluncur rudal ke situs THAAD, sekitar 250 kilometer di selatan Seoul. Sejumlah gambar juga menampilkan demonstran setempat melemparkan botol ke arah kendaraan tersebut, sementara polisi berupaya mencegah mereka.
Di sisi lain, sebuah kapal selam AS yang didesain untuk membawa 150 rudal jelajah Tomahawk telah bersandar di pelabuhan Korea Selatan, sementara kapal induk USS Carl Vinson terus melaku ke perairan Korea untuk menangkal ancaman uji coba nuklir keenam dan peluncuran rudal Korea Utara.