Kelompok Maute adalah pemberontak yang berafiliasi dengan ISIS.
Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan kabar ini berawal dari sebuah pemberitaan media di Filipina yang menyebut militer setempat (AFP) mengklaim telah menewaskan 36 ekstremis dalam serangan gabungan.
Lihat juga:Duterte Ancam Santap Hati Teroris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KJRI Davao juga memperoleh informasi dari otoritas setempat mengenai ditemukannya paspor atas nama MIS. Hingga saat ini AFP belum bisa memberikan konfirmasi apakah paspor itu terkait dengan 36 orang yang tewas dan di mana persisnya paspor itu ditemukan," kata dia.
Serangan darat dan udara terhadap kelompok itu dimulai pada 22 April di Barangay Gacap, kata Kepala Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Eduardo Ano.
Di antara puluhan orang tewas itu adalah anggota kelompok Maute setempat dan tiga orang warga Indonesia beserta satu warga Malaysia yang pernah menjadi anggota Jamaah Islamiyah, kelompok teror yang sempat aktif di Indonesia dan terkait dengan bom Bali 2002.
Dia juga mengatakan turut menemukan paspor seorang warga Indonesia dalam kesempatan tersebut.