Sandy Phan-Gillis ditahan pada Maret 2015 ketika akan meninggalkan China daratan menuju Macau.
Pada Selasa lalu, pengadilan China mengeluarkan perintah deportasi setelah memvonisnya 3,5 tahun penjara atas spionase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami Sandy, Jeff Gillis, mengatakan istrinya dituding mengunjungi China dua kali dalam kegiatan spionase pada 1996. Ia juga dituding bekerja dengan FBI untuk menangkap dua mata-mata China di AS dan menjadikan mereka agen ganda.
Deportasi ini terjadi di tengah membaiknya hubungan China dan AS setelah pertemuan Presiden Xi Jinping dan Donald Trump di Florida pada awal April.
“Amerika Serikat menyambut kepulangannya,” ujar pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang tidak ingin diidentifikasi.
Negosiasi pembebasan Sandy disebut semakin intensif setelah Menlu AS Rex Tillerson mengunjungi Beijing pada Maret lalu.