Paket informasi tersebut disebar ke seluruh pemilih Perancis dalam pemiihan yang berlangsung Minggu. Di dalamnya terdapat visi misi partai dan mock-up kartu suara dengan mencantumkan nama masing-masing kandidat presiden.
Pada Minggu, Perancis akan menghadapi masa pemilihan presiden penting ketika Le Pen menghadapi saingannya wakil independen Emmanuel Macron. Keduanya memiliki pandangan berbeda akan Eropa dan Perancis di mata dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachline menyebutkan ada sekitar tujuh kawasan yang mendapatkan paket informasi rusak tersebut.
Tidak hanya keberatan dengan insiden itu, ia lebih jauh juga keberatan ketika sejumlah walikota menyurati para pemilih dengan memilih menggunakan atribut tertentu, yang justru melawan aturan pemilihan.
"Beberapa aksi yang tidak menunjukkan anti demokrasi merupakan serangan serius akan fungsi negara kita sebagai sebuah republik," ujarnya.
Komisi pemilihan umum Perancis dalam pernyataan resmi telah menindaklanjuti akan keluhan dan insiden kartu suara rusak ini, serta meyakinkan tidak akan mempengaruhi suara dalam pemilihan. Sementara Le Pen sendiri belum memberikan komentar resminya akan hal ini.