Hollande mengataknnya dalam sebuah pernyataan resmi ucapan selamat kepada Macron atas perlawanan terhadap kandidat anti-Uni Eropa, anti-imigran Le Pen.
"Kemenangan besar tercatat. Republik dan rakyat ini ingin tetap bersatu dalam nilai-nilai Perancis dan memperlihatkan mereka ingin tetap berada di Uni Eropa. Ini sinyal persatuan Perancis," kata Hollande, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyeksi kemenangan itu terlihat dari penutupan pencoblosan pada pukul 8 malam waktu setempat, yang mencatatkan kemenangan Macron dengan suara 65 persen dan Le Pen 35 persen. Terpaut 20 persen suara dalam pemilu telah diprediksi di survei sebelumnya.
Kemenangan Macron ibarat menampar dominasi arus utama partai-partai di Perancis, yang akan membawa Eropa membatasi kebijakan populis seperti Brexit dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS.
Mantan menteri ekonomi 39 tahun ini akan menjadi pemimpin paling muda Perancis setelah Napoleon yang berjanji menyatukan visi misi golongan kiri-kanan.
Para pendukung Macron merayakan kemenangan di dekat Louvre Museum, Paris sesaat hasil pemilihan diumumkan dari pemilihan ronde kedua.
"Sebuah lembaran baru dari sejarah panjang dimulai. Kembalinya harapan dan kepercayaan," kata Macron, setelah hasil di pemilu diumumkan.