Melalui media corong pemerintah, KCNA, Korut menyatakan militernya akan memulai "serangkaian serangan anti-terorisme yang lebih kuat dan tanpa ampun untuk memberangus para teroris."
"Dalam misi pembalasan, Korut tengah mengambil langkah keadilan melawan terorisme," ucap kepala badan intelijen Korut Ri Byong Ho, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Keamanan Korut menuding CIA menyuap tersangka berkebangsaan Korut sebesar US$40 ribu dolar untuk melakukan pembunuhan.
Ri mengatakan, sang tersangka merupakan "orang yang sangat penting."
Namun, hingga kini Korut belum memaparkan bukti apapun yang menguatkan tuduhannya tersebut. CIA pun belum menanggapi klaim negara paling terisolasi ini.
Di saat yang bersamaan, Pyongyang kembali menahan seorang warga AS, Kim Hak Song, pada Sabtu (6/5) akhir pekan lalu.
Hak Song merupakan seorang misionaris Kristen evangelis yang bekerja di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pyongyang (PUST).
Lihat juga:Korut Kembali Tahan Satu Warga AS |
Hak Song merupakan warga AS keempat yang ditahan rezim Korut.
Penahanan ini terjadi di tenah ketegangan Washington dan Pyongyang memuncak terkait krisis nuklir Korut yang kian mengkhawatirkan di kawasan Semenanjung Korea.