Dengan masa jabatannya yang akan berakhir di paruh kedua tahun depan, Najib berharap bisa mendapatkan mandat kekuasaan baru di tengah skandal korupsi milyaran dolar dan revolusi internal yang dipimpin oleh mentornya sendiri.
"Saya ingin bertanya pada kalian semua, apakah kita cukup kuat? Apakah kita siap? Bisakah kita membubarkan Parlemen besok?" ujarnya di hadapan massa yang mengisi stadion berkapasitas 87 ribu orang di Kuala Lumpur, di mana partainya, Organisasi Nasional Malay Bersatu (UMNO), merayakan hari jadi ke-71, Kamis (11/5).
Lihat juga:Pengadilan Pulihkan Opsi Grasi Anwar Ibrahim |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan hari jadi ini dapat dikatakan yang tersebesar sejak Najib menjabat sebagai Perdana Menteri, 2009 lalu.
"Anda sekalian sudah berkumpul di sini, sebagai simbol partai kita adalah yang terkuat di tanah Malaysia," kata Najib.
Sumber di pemerintahan mengatakan kepada Reuters bahwa Najib mungkin mengadakan pemilu pada kwartal ketiga tahun ini.
Meski Najib kemungkinan besar akan menang, dia tidak punya banyak ruang untuk bermanuver.
Dipimpin UMNO, Barisan Nasional hanya menang tipis pada pemilu 2013 lalu. Jika suara dukungannya kembali tergerus, Najib bisa jadi menghadapi tantangan dari dalam partai sendiri.
Namun, dia menyingkirkan para penentangnya dan menghajar hak sipil serta media hingga akhirnya mendapatkan kembali kekuasaan.
Mentornya yang kini justru lantang menyuarakan kritik, Mahathir Mohamad, memimpin kampanye partai oposisi untuk menggulingkan Najib.
Pekan lalu, Najib mesti gigit jari ketika perjanjian yang diharapkan bisa meringankan beban utang 1MDB gagal disepakati. Hal ini membuat usahanya untuk menjauh dari skandal keuangan tersebut menjadi semakin rumit.