Bagaimana tidak terusik, Abe mengaku mendapat laporan bahwa rudal yang ditembak Korea Utara terbang sekitar 30 menit sebelum akhirnya jatuh di laut yang memisahkan negaranya dengan Korea Utara.
Abe telah meminta Menteri Luar Negeri-nya untuk menghubungi pejabat di Korea Selatan yang tengah mengalami ketegangan dengan Korea Utara guna membahas peluncuran rudal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk merespons situasi di Korea Utara ini," kata Abe, dikutip dari Reuters, Minggu (14/5).
Aksi rezim Kim Jong-un meluncurkan rudal sejauh 700 kilometer dengan ketinggian mencapai 2 ribu km, merupakan jarak tembak terjauh dibandingkan dengan rudal uji coba yang juga pernah diluncurkan Pyongyang pada Februari silam dari daerah Kusong.
Wright menilai, sudah dapat dipastikan bahwa Korea Utara mencoba menjangkau target penembakan yang cukup jauh dengan terus melakukan perbaikan atas daya jelajah rudal miliknya.
Sementara Kim Dong-yub, pengamat militer dari Universitas Kyungnam di Korea Selatan menuturkan jika Korea Utara bisa mengembangkan rudal dengan daya jelajah sampai 6 ribu km, maka rudal tersebut bisa mencapai Hawaii.
"Jika laporan yang menyebutkan rudal tersebut mampu terbang selama 30 menit, maka hal itu merepresentasikan kemampuan Korea Utara memproduksi rudal jarak jauh," kata Jonathan McDowell, pengamat dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.