"Jelas kami khawatir dan yang paling kami khawatirkan adalah kondisi kemanusiaan," kata Jungmann kepada para wartawan, Rabu (17/5) waktu setempat.
"Kita harus memiliki rencana darurat yang siap untuk dijalankan jika keadaan semakin buruk,” kata dia, menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu, masyarakat Brasil dikejutkan dengan penampakan perempuan dan anak-anak dari Venezuela yang mengemis di jalanan Manaus, kota terbesar di wilayah Amazon.
Sementara, pemerintah negara bagian Roraima mengatakan bahwa sudah ada 30 ribu pengungsi datang sejak krisis politik dan ekonomi di Venezuela menjadi akut tahun lalu.
Adapun, kepolisian federal Brasil mengungkapkan, jumlah pengungsi yang berada di ibu kota negara bagian Roraima, Boa Vista, telah mencapai lebih dari 15 ribu orang.
Senator Roraima, Telmario Mota, mengatakan kepada Reuters bahwa warga Venezuela yang mencari pekerjaan itu, justru dieksploitasi di Boa Vista. Kaum perempuan dari Venezuela yang mengungsi kesana, dipaksa masuk ke dunia pelacuran.
Satu rombongan Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan Pengungsi yang berkunjung ke Boa Vista, Rabu (17/5) menemukan enam ribu warga Venezuela yang tinggal di tempat-tempat penampungan dan lima ribu lainnya dalam daftar tunggu.