“Dari sekitar 42,5 juta total suara, Rouhani mendapat 23,5 juta….dan memenangkan pemilu,” kata Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmanifazli, Sabtu (20/5).
Dalam pemilu yang berlangsung Jumat kemarin itu, Raisi memperoleh 15,8 juta suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hassan Rouhani Diprediksi Menang Pemilu Iran |
Kemenangan Rouhani juga akan meneruskan kesepakatan nuklir yang dicapai pada 2015 dengan negara-negara adidaya.
“Saya sangat senang Rouhani menang. Kami menang. Kami tidak menyerah pada tekanan. Kami menunjukkan kepada mereka bahwa kami masih ada,” kata Mahnas, 37. “Saya ingin dia memenuhi janjinya.”
Rouhani masih belum berhasil membebaskan banyak pemimpin reformis dari status tahanan rumah, dan media bahkan masih dilarang mempublikasikan berita atau foto terkait pendahulunya yang juga dikenal sebagai reformis, Mohammad Khatami.
“Pemilu presiden dua dekade terakhir merupakan euforia yang diikuti oleh bertahun-tahun kekecewaan,” kata Karim Sadjadpour, pengamat soal Iran dari Carnegie Endowment. “Demokrasi di Iran dibolehkan merekah hanya beberapa hari setiap empat tahun, sedang autokrasi berlangsung selamanya.”
Meski sanksi Iran terkait program nuklir dicabut pada 2016, persoalan hak asasi manusia dan terorisme masih menjadi ganjalan investasi di Iran, menyandera perekonomian negara itu.