Disampaikan di depan Senat, Rabu (24/5), pernyataan itu jadi indikasi terbaru yang menunjukkan kekhawatiran AS soal kemajuan pesat program rudal dan senjata nuklir Pyongyang. Korut menyebut tujuan kontroversial itu diperlukan untuk pertahanan diri.
Legislator AS menekan Stewart dan Direktur Intelijen Nasional Dan Coats untuk memperkirakan sejauh apa kemajuan perkembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang bisa mencapai daratan utama Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walau hampir tidak mungkin memprediksi kapan kemampuan itu bisa beroperasi, rezim Korea Utara berkomitmen dan sedang dalam jalur di mana kemampuan tersebut pasti bisa didapatkan."
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan akan menggelar rapat tertutup malam ini, mendiskusikan uji coba rudal Pukguksong-2 berbahan bakar padat yang dilakukan Korut akhir pekan lalu. Hal tersebut bertentangan dengan resolusi dan sanksi DK PBB.
Namun, Coats mengakui ada celah pada intelijen AS soal Korut dan pengetahuan soal pola pikir pemimpinnya, Kim Jong-un.
Dia menyebut faktor teknologi memperumit pengumpulan informasi intelijen, termasuk celah intelijen AS, pemantauan dan pengintaian, yang bergantung pada aset-aset seperti satelit mata-mata dan pesawat nirawak.
"Kita tidak punya kemampuan pemantauan dan pengintaian yang konstan sehingga terjadi celah, dan Korea Utara mengetahui hal tersebut," kata Coats.