Menyebut gerakan ini sebagai "Jumat Hitam", mereka akan mengenakan kaus hitam dan berkumpul di depan Universitas Santo Tomas, kemudian bergerak ke Mendiola.
"Hari ini, Jumat (26/5), kami berdemonstrasi ke Mendiola sebagai tanda solidaritas dengan orang Marawi dan Mindanao. Kami mengutuk serangan terhadap kelompok Maute dan warga sipil Marawi," ujar Sekretaris Jenderal kelompok Bayan, Renato Reyes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konflik di Mindanao adalah kemiskinan, ketidaksetaraan, dan pelanggaran HAM yang mengakar, termasuk menentukan pilihan sendiri. Ini semua membutuhkan solusi yang lebih dari sekadar solusi militer," tulis Bayan.
Sebagaimana dilansir Inquirer, situasi seperti ini serupa dengan yang terjadi pada masa pemerintahan Ferdinand Marcos. Saat itu, para militan dan aktivis sayap kanan turun ke jalan untuk menolak darurat militer.