Kepolisian mengatakan, kedelapan jasad dengan luka tembakan di kepala dan tangan terikat itu merupakan pekerja yang ditangkap oleh militan Maute ketika sedang berupaya kabur dari Marawi.
Polisi menemukan sembilan selongsong peluru di ruas jalan yang sudah berlumuran darah. Di salah satu jasad, tertempel tulisan "munafik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah bentrokan tersebut, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung memberlakukan darurat militer. Namun hingga kini, bentrokan tak kunjung reda.
Sengitnya perlawanan Maute menimbulkan kekhawatiran bahwa kelompok militan tersebut memang ingin mendirikan kekhalifahan di selatan Filipina, dengan bantuan ekstremis dari Malaysia dan Indonesia.