"Ini adalah penahanan di bawah sistem peradilan sah dan legal untuk dilakukan mengingat tingkat tindakan kriminal yang dilakukan oleh Maute," ujar juru bicara pemerintah Lanao Del Sur, Zia Alonto Adiong.
Setelah itu, kata Adiong, warga dapat membawa para teroris yang mereka tangkap ke pihak berwajib. Nantinya, aparat yang akan menentukan hukuman setimpal bagi anggota Maute itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Filipina Klaim Kendali Penuh atas Marawi |
Adiong akhirnya mengimbau warga yang akan dievakuasi untuk mengenakan pakaian putih sambil membawa bendera serupa ketika akan keluar dari Marawi agar militer tidak terkecoh.
Militan Maute memang dilaporkan kerap menyamar di tengah warga di beberapa daerah, termasuk di Kota Iligan. Pemerintah pun memutuskan untuk menutup kota tersebut.
Para militan Maute diduga semakin terdesak oleh militer yang terus menggempur mereka di Marawi. Pertempuran sengit ini bermula pada pekan lalu, ketika militer Filipina melancarkan operasi untuk menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
Setelah Presiden Rodrigo Duterte mendeklarasikan darurat militer di Mindanao, bentrokan semakin sengit hingga menewaskan 61 militan maute, 20 personel militer pemerintah, dan 19 warga sipil.