Hakim pengadilan menengah Malaysia mengatakan, kasus ini dipindahkan ke Pengadilan Tinggi Shah Alam setelah dua kali terjadi penundaan sidang lantaran kekurangan bukti.
Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, mengatakan bahwa ia sudah meminta aparat menyerahkan sejumlah bukti untuk mempersiapkan pembelaan, tapi tak kunjung diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosedur yang layak adalah sebelum sidang di pengadilan tinggi, bukan di sini," ucap Iskandar Ahmad.
Dalam pengadilan sebelumnya, Siti Aisyah dan satu terduga lain asal Vietnam, Doan Thi Huong, dituntut dengan Hukum Pidana Pasal 34 mengenai pembunuhan. Jika terbukti bersalah, keduanya dapat diganjar hukuman mati.
Tuntutan ini dijatuhkan setelah aparat meneliti rekaman CCTV bandara internasional Kuala Lumpur yang menangkap aksi Siti dan Doan pada 13 Februari lalu. Dalam rekaman tersebut, kedua perempuan itu terlihat secara tiba-tiba membekap wajah Jong-nam.
Sementara itu, otoritas Malaysia terus melakukan penyelidikan dan memburu beberapa oknum yang diduga menjadi dalang pembunuhan ini.
Sebelumnya, Malaysia memburu dua warga Korut, yaitu seorang diplomat senior, Hwong Kang-song, dan seorang pegawai maskapai Air Koryo, Kim Uk-il. Mereka diduga bersembunyi di Kedubes Korut di Kuala Lumpur.
Namun kemudian, kedua orang tersebut diizinkan kembali ke negaranya melalui perjanjian antara Kuala Lumpur dan Pyongyang untuk memastikan pembebasan sembilan warga Malaysia yang tersandera di Korut.