Menurut keterangan militer pada Kamis (1/6), serangan udara itu membuat jumlah korban tewas bertambah menjadi 171 orang sejak pertempuran pecah di Marawi pekan lalu.
Insiden ini merusak klaim pemerintah sebelumnya yang mengaku sudah memegang kendali penuh atas Marawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini sangat menyakitkan. Sangat disayangkan mengenai pasukan kami sendiri,” kaya Menteri Pertahanan Delfin Lorencana kepada wartawan di Manila pada Kamis (1/6). “Ini menyedihkan tapi kadang terjadi dalam kabur pertempuran.”
Lorenzana juga memperingatkan bahwa banyak anggota militan yang berhasil melarikan diri, meski Marawi sudah dikepung oleh pos pemeriksaan militer.
Tak hanya dari Filipina, Lorenzana menyebut para militan juga berasal dari Arab Saudi, Chechnya, Yaman, Malaysia dan Indonesia.